PGRI sebagai Bagian dari Sejarah Guru Indonesia

PGRI sebagai Bagian dari Sejarah Guru Indonesia

Dalam lintasan sejarah bangsa, PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) bukan sekadar organisasi profesi, melainkan entitas yang menyatu dengan sejarah perjuangan kemerdekaan. PGRI adalah wujud formal dari kebangkitan kesadaran kaum pendidik untuk merdeka secara politik, sosial, dan intelektual.

Berikut adalah catatan bagaimana PGRI menjadi bagian integral dari sejarah guru di Indonesia:


1. Titik Balik Kepercayaan Diri Guru (1912–1945)

Sebelum PGRI lahir, guru-guru di Indonesia berada dalam cengkeraman sistem kolonial yang membeda-bedakan status (kasta ijazah).

2. Sumpah Setia 100 Hari (25 November 1945)

Hanya 100 hari setelah Proklamasi, para guru melakukan tindakan heroik dengan menyelenggarakan Kongres Guru Indonesia di Surakarta.

  • Peleburan Total: Semua organisasi guru yang berbasis etnis, agama, dan tingkat sekolah dibubarkan dan dilebur menjadi PGRI.

  • Status: Guru secara resmi menanggalkan identitas sebagai pegawai Belanda/Jepang dan memproklamirkan diri sebagai Guru Republik.


3. Guru sebagai Penjaga Gawang Kedaulatan

Dalam sejarah guru Indonesia, ada masa di mana pena harus bersanding dengan senjata.

4. Milestone Perubahan Status Sosial

Sejarah guru di Indonesia dibagi menjadi dua era besar: Era Pengabdian Tanpa Jasa dan Era Profesi Terakreditasi.


Transformasi Identitas Guru dalam Wadah PGRI

Era Identitas Guru Peran PGRI
Kolonial Ambtenaar (Pegawai Rendah). Membangun kesadaran nasionalisme (PGI).
Revolusi Pejuang Kemerdekaan. Menyatukan guru dalam satu wadah tunggal.
Pembangunan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Pemberantasan buta huruf dan stabilisasi kurikulum.
Reformasi Tenaga Profesional. Memperjuangkan UU Guru Dosen & Anggaran 20%.
Digital Inovator & Penggerak. Transformasi teknologi melalui SLCC.

5. Jejak Korsa: Batik Kusuma Bangsa

Sejarah guru Indonesia juga tertulis dalam sehelai kain. Batik PGRI yang kita kenal sekarang bukan sekadar seragam.


Kesimpulan

PGRI adalah napas dan memori kolektif guru Indonesia. Tanpa PGRI, sejarah guru kita mungkin hanya akan berisi catatan tentang individu-individu hebat yang terfragmentasi. PGRI memberikan “rumah” bagi sejarah tersebut, menjadikannya sebuah kekuatan kolektif yang mampu mengubah kebijakan negara.

monperatoto
monperatoto
slot gacor
monperatoto
monperatoto
monperatoto
togel online
slot gacor
monperatoto
monperatoto
monperatoto
monperatoto
togel online