PGRI sebagai Bagian dari Sejarah Guru Indonesia
26 janvier 2026 2026-01-26 5:44PGRI sebagai Bagian dari Sejarah Guru Indonesia
PGRI sebagai Bagian dari Sejarah Guru Indonesia
Berikut adalah catatan bagaimana PGRI menjadi bagian integral dari sejarah guru di Indonesia:
1. Titik Balik Kepercayaan Diri Guru (1912–1945)
Sebelum PGRI lahir, guru-guru di Indonesia berada dalam cengkeraman sistem kolonial yang membeda-bedakan status (kasta ijazah).
-
Makna Historis: PGRI adalah kelanjutan dari semangat PGI yang sempat dilarang pada masa pendudukan Jepang.
2. Sumpah Setia 100 Hari (25 November 1945)
Hanya 100 hari setelah Proklamasi, para guru melakukan tindakan heroik dengan menyelenggarakan Kongres Guru Indonesia di Surakarta.
-
Peleburan Total: Semua organisasi guru yang berbasis etnis, agama, dan tingkat sekolah dibubarkan dan dilebur menjadi PGRI.
-
Status: Guru secara resmi menanggalkan identitas sebagai pegawai Belanda/Jepang dan memproklamirkan diri sebagai Guru Republik.
3. Guru sebagai Penjaga Gawang Kedaulatan
Dalam sejarah guru Indonesia, ada masa di mana pena harus bersanding dengan senjata.
-
Benteng Ideologi: Di masa pergolakan politik 1960-an, PGRI berjuang mempertahankan profesionalisme guru agar tidak dipolitisasi oleh kepentingan partai, yang menjaga dunia pendidikan tetap netral dan fokus pada pembangunan karakter bangsa.
4. Milestone Perubahan Status Sosial
Sejarah guru di Indonesia dibagi menjadi dua era besar: Era Pengabdian Tanpa Jasa dan Era Profesi Terakreditasi.
-
Dampak: Ini adalah pencapaian terbesar dalam sejarah organisasi guru yang mengubah kesejahteraan jutaan guru secara struktural.
Transformasi Identitas Guru dalam Wadah PGRI
| Era | Identitas Guru | Peran PGRI |
| Kolonial | Ambtenaar (Pegawai Rendah). | Membangun kesadaran nasionalisme (PGI). |
| Revolusi | Pejuang Kemerdekaan. | Menyatukan guru dalam satu wadah tunggal. |
| Pembangunan | Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. | Pemberantasan buta huruf dan stabilisasi kurikulum. |
| Reformasi | Tenaga Profesional. | Memperjuangkan UU Guru Dosen & Anggaran 20%. |
| Digital | Inovator & Penggerak. | Transformasi teknologi melalui SLCC. |
5. Jejak Korsa: Batik Kusuma Bangsa
Sejarah guru Indonesia juga tertulis dalam sehelai kain. Batik PGRI yang kita kenal sekarang bukan sekadar seragam.
Kesimpulan
PGRI adalah napas dan memori kolektif guru Indonesia. Tanpa PGRI, sejarah guru kita mungkin hanya akan berisi catatan tentang individu-individu hebat yang terfragmentasi. PGRI memberikan “rumah” bagi sejarah tersebut, menjadikannya sebuah kekuatan kolektif yang mampu mengubah kebijakan negara.
monperatoto
monperatoto
slot gacor
monperatoto
monperatoto
monperatoto
togel online
slot gacor
monperatoto
monperatoto
monperatoto
monperatoto
togel online
