PGRI dan Tantangan Menumbuhkan Kemandirian Belajar
8 avril 2026 2026-04-08 5:53PGRI dan Tantangan Menumbuhkan Kemandirian Belajar
PGRI dan Tantangan Menumbuhkan Kemandirian Belajar
PGRI dan Tantangan Menumbuhkan Kemandirian Belajar: Membentuk Pembelajar Sepanjang Hayat
Hambatan dalam Mewujudkan Kemandirian Belajar
Beberapa kendala yang diidentifikasi oleh PGRI dalam menumbuhkan kemandirian ini meliputi:
-
Kurangnya Literasi Informasi: Banyak siswa memiliki akses teknologi tetapi belum tahu cara memilah informasi yang valid untuk kebutuhan belajar mandiri.
-
Kecemasan akan Kegagalan: Ketakutan siswa untuk mencoba cara baru karena orientasi pendidikan yang masih terlalu fokus pada nilai angka akhir.
Strategi PGRI: Membekali Guru sebagai Arsitek Kemandirian
PGRI melakukan langkah-langkah transformatif untuk mendukung guru dalam membangun kemandirian siswa melalui tiga pilar aksi:
1. Implementasi Metakognisi melalui SLCC
Melalui Smart Learning and Character Center (SLCC), PGRI melatih guru untuk mengajarkan keterampilan metakognitif—yakni mengajak siswa untuk memahami “bagaimana mereka belajar”. Dengan memahami gaya belajar masing-masing, siswa menjadi lebih percaya diri untuk mencari sumber belajar secara mandiri sesuai kebutuhan mereka.
2. Pergeseran ke Pembelajaran Berbasis Inkuiri
PGRI mendorong penerapan metode Inquiry-Based Learning dan Problem-Based Learning. Dalam metode ini, guru tidak memberikan jawaban langsung, melainkan memberikan pertanyaan pemantik yang memaksa siswa untuk mencari, mengolah, dan menyimpulkan informasi sendiri. PGRI memastikan guru memiliki kesabaran pedagogis untuk membiarkan siswa berproses.
3. Pemanfaatan Teknologi sebagai Alat Personalisasi
PGRI mendorong penggunaan platform digital bukan sekadar untuk memindahkan buku teks ke layar, tetapi sebagai alat bagi siswa untuk mengatur jadwal, mengakses sumber daya tambahan, dan memantau progres belajar mereka secara transparan. Teknologi menjadi cermin bagi siswa untuk melihat sejauh mana kemandirian mereka telah terbentuk.
